SEO page contents SEO page contents NIKMAT NYA TUBUH KAKAK TIRI KU ~ VIDIO SEX KUNJUNGI KAMI LEBIH BANYAK VIDEO YANG MENARIK HANYA DI WWW.GAJAHQQ.COM DARI AYO BURUAN KUNJUNGI WEBNYA YA NANTI KAMI AKAN SELALU UPDATE :D

Bonus 10% untuk member baru

Thursday, December 28, 2017

NIKMAT NYA TUBUH KAKAK TIRI KU




Pada saat yang ditetapkan saya datangi, tempat tinggalnya tidak sangat luas tapi cukup apik pengaturan taman, saya pencet bel, yang keluar seseorang wanita 1/2 tua dengan tampilan yang mengagumkan, dengan kulit bersih tanpa ada make-up serta bibirnya yang sensual sampai buat buyar konsentrasi. 


Sesudah sebagian selagi menanti di ruangan tamu saya dipersilakan masuk ke ruangan kerja, di mana computer itu ada. Sekian waktu berselang usai pekerjaan saya, sebelumnya pamit saya menyuruh coba computer itu apa telah baik atau masih tetap ada yang ketinggalan.

Bermula dari cobalah coba pada akhirnya saya jadi akrab untuk berbincang-bincang dengan wanita 1/2 baya, yang mengakui bernama Dewi (nama samaran). Yang nyatanya seseorang istri yang senantiasa ditinggal oleh suaminya yang hilang ingatan kerja. 


Saat suaminya cuma tersita oleh pekerjaan, memanglah bab materi senantiasa diberi dengan begitu cukup tapi bab batin yang tidak sempat terpikirkan oleh suaminya pada istrinya, saya fikir hal semacam ini masalah klise belaka, tapi efeknya begitu bermakna untuk kehidupan berumah tangga.

Tidak merasa saat jalan selalu bersamaan dengan konsultasi Dewi pada saya berkenaan masalah tempat tinggal tangganya, tukasnya saya bisa bicara seperti konsultan rumah tangga, hal semacam ini memanglah saya akui satu keunggulan saya apabila hadapi wanita yang lagi tengah dilanda musibah, tapi bukanlah jadi kedok untuk melakukan perbuatan yang tidak-tidak.

Sesudah usai saya pamit serta memberi No. HP saya dengan pesan apabila berjalan suatu hal serta membutuhkan saya hubungi saya.

Sekian hari lalu saya ditelpon untuk bersua disuatu tempat yang menurut saya jadi tempat yang begitu romantis untuk dua insan yang lagi tengah kasmaran namanya (ada saja).

“Mas, saya begitu berterima kasih atas konsultasinya saat lalu”, tutur Dewi dengan mata yang sendu serta bibir tergetar halus.

“Saya cuma orang umum yang cuma bisa bicara untuk mencari jalan keluar”, jawab saya sedapatnya karna dengan tatapan matanya saya bisa rasakan getaran birahi yang begitu besar.

“Saya menginginkan Mas kawani saya untuk sharing rasa dengan perasaan Mas yang sejujurnya”

Wah mati saya, pada akhirnya saya bimbing ke dalam tempat yang nyaman serta privasi. Seperti seseorang kekasih saya berkasi-kasihan di atas satu ranjang empuk serta berudara nyaman.

Saya lumat bibirnya dengan penuh perasaan serta saya genggam ke-2 telapak tangannya hingga kami rasakan kebersamaan yang bergelora. Lidahnya selalu bergoyang di dalam rongga mulut selaras dengan alunan musik bossas. Lama kami ber ciuman mesra, kurengkuh lehernya dengan jilatan halus yang merindingkan bulu kuduknya, Dewi melenguh.

“Mas selalu Mas janganlah kecewakan saya” sebentar-bentar tangannya bergreliya ke dada serta selangkangan saya, tidak tinggal diam dengan type yang memberikan keyakinan saya kecup putingnya dengan sedotan-sedotan kecil serta gigitan mesra, bibir saya meluncur kebawah menuju pusar, saya mainkan lidah saya dibundaran pusarnya wah wangi farfumnya menyentuh birahi saya. Tangannya merengkuh alat pitas saya yang telah tegang, 

Dewi kaget, mass kok besar sekali, saya bisikan, janganlah takut tentu muat. Memanglah Dewi belum juga dikaruniai anak, jadi masih tetap seperti perawan, terlebih miliki suaminya tidak sangat besar.

Saya jilat permukaan vaginanya, Dewi bergelinjang menarik pantatnya sampai menjauhi bibir saya, saya terkejut, mengapa?

“Mass saya belum juga sempat mirip itu, maaf yah”, saya cuma tersenyum serta melanjutkan permainan bibir kebagian betis serta semua paha.

Sekian waktu berselang tangannya mendekap kepala saya dengan begitu kencang seakan-akan tidak ingin dilepaskan, sesak napas saya. saya tau Dewi telah klimaks tapi dalam dalam benak saya ini baru permulaan. 

Sesudah dekapannya melemah saya baringkan celentang, terhamparlah padang rumput serta pegunungan yang indah seindah badannya tanpa ada sehelai benangpun. 

Dengan type konpensional saya mulai melakukan pekerjaan saya jadi seseorang lelaki, saya selipkan miliki saya disela-sela bibir kemaluannya sampai ambles kepalanya, Dewi menjerit kecil.

“Mass, tahan Mass ngiluu Mas sangat besar”.

Memanglah saya sadar serta tidak segera main tancap, saya tarik serta tekan dengan perlahan, sesudah vaginanya teradaptasi Dewi beralih dengan type yang agresip ditekan pantatnya ke atas sampai miliki saya ambles semuanya, saya imbangi dengan gerak-gerakan yang atraktif, saya balikkan badannya, saya di bawah serta Dewi diatas dengan hal tersebut Dewi lebih leluasa untuk mengekspresikan birahinya yang sampai kini tertahan. 

Benar ada dengan pergerakan yang dahsyat Dewi bergerak naik turun sembari berdesis-desis sampai saya bingung membedakan pada desisan bibir bawah dengan bibir atas. Beberapa selagi lalu Dewi mengejan serta menegang sembari menggigit dada saya, 

Kemudian saya tidak ingin kehilangan peristiwa saya jalankan penyerangan dengan type profesional atas, bawah, depan, belakan, kiri serta kanan, cuma satu yang tidak ingin saya paksakan yakni mengoral miliki saya, karna saya tau Dewi kelak stress, saya fikir apabila kelak pada satnya tiba mungkin saja bukanlah batangnya yang dilumat tapi sekalian bijinya serta sangkarnya.

“Dewwii saya ingin hingga nihh. saya keluarin dimanaa? ”

“Mas diluar saja dahulu yah”.

Dengan secepat kilat saya tarik kemaluan saya serta saya mengeluarkan di dadanya sampai sebagian semprotan protein meleleh di antara dua bukit serta sedikit terciprat ke dagu. Sesudah semprotan paling akhir keluar, matanya terbuka serta tangannya menggenggam kemaluan saya, tanpa ada saya sadari dikulumnya kemaluan saya, sampai saya terperajat serta tidak percaya, yah mungkin saja berikut yang disebut puncak dari birahi kaum wanita yang telah meraih batas ambang hingga tidak berlaku sekali lagi rasa malu, jijik, serta kotor yang ada cuma nafsu serta nafsu.

Tanpa ada istirahat kemaluan saya bangun kembali hingga menegang hingga kuluman mulut Dewi merasa sempit serta rongga mulutnyapun jadi membesar. Pergerakan maju mundur memicu saya bergelinjang kekanan serta kekiri sembari adakalanya mencengram rambutnya yang terurai terlepas. 

Konsentrasiku nyaris terganggu dengan pergerakannya yang cepat nyaris klimaks saya dibuatnya, tapi sebelumnya itu saya bebaskan untuk kurangi kemelut saya, saya balik menyerang dengan jari jemari menari-nari diseputar liang vaginanya serta adakalanya menggesekkan ke ruang G-Spot wanitanya hingga .

Dewi merancau tidak karuan, tangannya menarik sprei sampai lepas dari sangkutannya. jadi tambah lama jadi tambah dahsyat pergolakan birahi saya serta Dewi, saya rasakan aliran cairan hanggat membasahi jari saya serta tidak ingin ketinggal event yang indah ini saya balikan badannya hingga tengkurap serta saya tekan dengan kemaluan saya dari arah belakang, Dewi meringis.

“Mas pelan-pelan, ngilu”

Saya atur irama hingga lama kelamaan jadi asik serta Dewipun lakukan pergerakan yang membuatnya jadi bertambah assyik serta masyukk. Dadaku bergetar saat keinginan itu juga akan meraih puncak, ku tarik kemaluanku serta kusemprotkan ke atas punggungnya dangan ke-2 tangan ku mencengram ke-2 bongkah pantatnya yang masih tetap kencang untuk ukuran Dewi. 

Serta lubang anusnya masih tetap bersih tidak ada sinyal tanda sisa gesekan atau luka atau penyakit wasir, nafsu saya memandangnya tapi keinginan itu saya simpan, mungkin saja (dalam benak saya) lain kali Dewi memohon untuk di setubuhi anusnya karna memanglah apabila nafsu telah datang birahipun mencapai puncak yang selanjutnya dunia merasa sangat-sangat indah melayang serta sulit diutarakan yang ada cuma dirasa. 

Fikiran ngeres saya nyatanya terbaca oleh Dewi, dengan sedikit mesra tangannya menarik kepalaku serta membisikan suatu hal.

“Mas, cobalah dong masukin dari belakang, Dewi menginginkan cobalah sekali saja tapi pelan-pelan yah”.

Pada sadar serta tidak sadar saya anggukan kepala sinyal sepakat. Karna tubuh saya begitu capek saya istirahat sebentar serta membersikan sisa-sisa mani yang melekat pada kaki serta perut. Saya minum sebagian teguk minuman yang disajikan dikamar tamu, sesudah rilek saya kembali kekamar, nyatanya Dewi masih tetap tergolek di atas tempat tidur dalam tempat tengkurap, wah berikut yang disebut lubang surga, terdapat cuma kira-kira tujuh cm. pada lubang vagina dengan lubang anus. 

Saya berpikir mana yang lebih sempit, wah yang tentu lubang anus yang lebih sempit, tanpa ada basa-basi saya mainkan jari saya dengan sedikit ludah untuk pelicin kesekitar permukaan anusnya, Dewi terbangun serta rasakan ada suatu hal yang beda daripada yang beda, serta jariku selalu menusuk nusuk lubang anusnya, saya tidak berasa jijik karna memanglah anus Dewi bersih serta tertangani.

Dengan hati-hati saya masukan kejantanan saya ke dalam anusnya, sulit sekali masukinnya karna memanglah miliki saya besar di bagian kepalanya lagi tengah Dewi anusnya masih tetap begitu rapat, saya tidak setelah juga akan saya ludahin supaya licin, lama-lama kepala kemaluan saya masuk ke dalam anusnya, Dewi menjerit kecil, saya tahan sebagian selagi kemudia dengan santai saya tekan 1/2 serta tarik kembali, demikian terus-enerus hingga Dewi rasakan sensasi yang mengagumkan.

“Mas kok enak sich, beda gitu dengan lewat vagina”.

Saya juga saat itu baru rasakan lubang anus tuch mirip itu, menyedot serta hangat, hampir-hampir saya tidak kontrol untuk cepat-cepat keluar, dengan tarik nafas dengan perlahan-lahan saya dapat kontrol emosi saya hingga permainan jalan dengan saat yang panjang, Dewi meringis serta bola matanya sebentar-bentar putih semuanya mengisyaratkan birahi yang begitu dahsyat.

Kemaluan saya jadi tambah tegang serta berdenyut tanpa ada memberitahu pada Dewi saya semprotkan mani saya ke dalam liang anusnya, Dewi kaget serta mengejan hingga kemaluan saya seolah-olah disedot oleh jetpump kapabilitas besar. 

Saya tergeletak di atas punggungnya sembari memeluk perutnya yang indah, meskipun ada sedikir kerutan, karna memabg usia tidak dapat dikelabui, saya serta Dewi tertidur sesaat seolah melayang didunia beda. Kami bersetubuh dengan kemesraan sampai dua jam 1/2 jumlah tiga ronde dipihak saya.

Saya simak tatapan matanya memiliki kandungan kenikmatan yang begitu dahsyat demikian halnya saya hingga buat motivasi saya untuk bersetubuh dengan wanita-wanita 1/2 baya yang memanglah memerlukan siraman biologis, karna wanita 1/2 baya dengan teori lagi tengah dalam puncak-puncaknya mendambakan kenikmatan birahi yang tinggi, istilahnya lagi tengah alami fase puber ke-2, terlebih apabila sang suami tidak memberinya. 

Saya memanglah lebih suka pada wanita 1/2 baya daripada ABG, karna wanita 1/2 baya memiliki perasaan kewanitaan yang besar hingga dalam bersetubuh bisa sama sama memberi tanggapan yang begitu artistik apabila dikerjakan dengan mesra.

Sesudah kami mandi kamipun bergegas untuk kembali ke pekerjaan semasing, dari akhir perbincangan saya dengannya, saya dipesankan supaya merahasiakan hubungan ini, kemudian saya diselipkan sehelai check untuk konsultasi tukasnya. tanpa ada kwitansi serta sinyal terima seperti kebanyakan apabila berjalan transaksi. 

Sejujurnya saya tidak tega ambil check itu, karna apa yang saya jalankan dengannya yaitu keduanya sama iklas hingga hubungan jadi begitu sangat begitu asik masyuk, tapi saya fikir uang buat Dewi tidak permasalahan karna memanglah untuk cost pengeluaran lebih kecil daripada yang di terima dari suaminya, diluar itu saya juga lagi tengah membutuhkan cost untuk melakukan perbaikan kendaraan saya yang dengan kebetulan pada saat itu lagi tengah alami perbaikan mesin.

Sesudah momen itu saya masih tetap selalu dihubungi apabila Dewi butuh, serta sempat saya diperkenalkan dengan rekan-rekan yang senasib serta saya sempat dihubungi oleh kawan-temanya dengan sama sama memelihara rahasia keduanya, tapi ceritanya tidak jauh lain, yang pasti saya juga akan rahasiakan hingga akhir hayat.

0 comments: